Kesimpulan Webinar
- Potensi
Pengembangan Kopi Liberika Kaltim sangat besar, terutama di Kabupaten Kukar, Penajam
Paser Utara (IKN), dan Kutai Timur, Kutai Barat , dan beberapa wilayah
perkotaan (Samarinda, dan Balikpapan).
- Pengembangan
Sisi Hulu:
perlu keterlibatan semua pihak (pemerintah, akademisi, peneliti, dan
petani) dalam pengembangan benih unggul kopi Liberika lokal menjadi benih
unggul, sekolah lapang tentang teknik budidaya dan pasca panen yang
standar.
- Pengembangan
Sisi Hilir:
data dan fakta mengindikasikan bahwa pangsa pasar kopi Liberika Kaltim
cukup baik, sehingga perlu memanfaatkan momen komoditas kopi Liberika
Kaltim menjadi target hilirisasi nasional tahun 2025 – 2027 , perlu integrasi dengan pariwisata, UMKM
olahan, dan branding lokal sangat penting.
- Kolaborasi
multi-stakeholder (pemerintah, petani, akademisi, pelaku usaha, LSM dan Direktorat
Ketahanan Pangan Otorita IKN) menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong pihak terkait (Ditjenbun), untuk
memfasilitasi penetapan varitas Liberika lokal Kaltim menjadi prioritas
nasional dan varitas unggul nasional
- Model
sukses:
Desa Perangat Baru Kukar (kopi Luwak & miniatur kebun kopi) bisa
dijadikan contoh dan mendorong replikasi bagi kabupaten/kota lain se
Kaltim.
0 Komentar